Kronologis Timnas Spanyol Ukir Sejarah EURO 2012

Posted: 2 Juli 2012 in just me
Tag:,

Timnas Spanyol ukir sejarah baru dengan menjuarai Piala Eropa dua kali berturut, yakni Euro 2008 dan Euro di Tahun 2012 ini. Pada Piala Eropa 2012 ini, Spanyol menang telak atas Italia dengan 4 gol tanpa balas pada pertandingan  Stadion Olympic, Kiev, Senin (01/07) dinihari.


Gol-gol Spanyol dicetak oleh David Silva dan Jordi Alba pada babak pertama. Dan pada babak kedua dicetak oleh Fernando Torres dan Juan Mata. Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque kembali menerapkan formasi 4-5-1 di pertandingan ini. Praktis, ‘La Furia Roja’ bermain tanpa menggunakan penyerang murni. Cesc Fabregas diplot mengisi lini depan. Adapun, Pelatih Italia Cesare Prandelli menggunalan skema 4-4-2 di laga ini. Duet Mario Balotelli dan Antonio Cassano menjadi andalan di lini depan. Sementara, gelandang Andrea Pirlo bertindak sebagai playmaker tim. Secara keseluruhan di babak pertama, pertandingan berjalan dengan tempo sedang. Dominasi permainan menjadi milik Spanyol melalui permainan umpan-umpan pendek cepat. Sementara, Italia praktis hanya bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik.

Lini pertahanan Italia tampil apik dalam meredam umpan-umpan pendek cepat khas Spanyol. Dua gelandang bertahan Deniele de Rossi dan Riccardo Montolivo rajin turun ke dalam kotak penalti sendiri untuk membantu pertahanan. Peluang pertama di pertandingan ini didapat Spanyol kala pertandingan berusia sembilan menit. Tembakan bebas Sergio Ramos masih melayang jauh di atas mistar gawang Gianluigi Buffon. Kebuntuan Spanyol akhirnya terpecahkan saat pertandingan memasuki menit ke-14. Berawal dari sebuah skema serangan balik, Xabi Alonso mengirim umpan lambung terbosan. Cesc Fabregas merangsek ke dalam kotak penalti melaui sisi kiri pertahanan Italia. Kemudian, umpan silang pun ia lepaskan ke tengah jantung pertahanan. Silva yang tak terkawal menanduk bola ke pojok kanan gawang Italia. 1-0 Spanyol unggul. Namun selepas gol tersebut, Spanyol terlihat mengendurkan serangannya dan mencoba bermain sabar. Hal itu dimanfaatkan oleh Kubu ‘Azzurri’ untuk terus menekan pertahanan Spanyol.

Italia memiliki peluang mencetak angka kala pertandingan memasuki menit ke-18. Tembakan bebas Andrea Pirlo ke pojok kanan gawnag masih mampu ditahan oleh Casillas. Italia harus menelan pil pahit kala pertandingan menginjak menit ke-21. Pemain bertahan Giorgio Chiellini mengalami cedera dan harus digantikan oleh Frederico Balzaretti.
Keunggulan Spanyol bertambah kala pertandingan babak pertama menyisakan lima menit lagi. Gol kedua Spanyol dicetak oleh Jordi Alba. Gol kedua Spanyol itu juga tercipta melalui sebuah skema serangan balik cepat. Xavi Hernandez mengirim umpna terobosan. Jordi Alba memenangi duel lari dengan Andrea Barzagli. Dengan tenang, Alba yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Gianluigi Bufon mengarahkan bola ke pojok kanan gawang Italia. 2-0 Spanyol memimpin hingga babak pertama usai.

Italia mencoba meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua guna mengejar ketertinggalan dua gol di babak pertama. Untuk menambah daya gedor, Prandelli memasukkan Antonio Di Natale menggantikan Antonio Cassano. Taktik itu terbukti cukup sukses di awal-awal babak kedua. Pola penyerangan Italia terlihat lebih bervariasi. Di Natale lebih berani dalam melakukan tusukan ke jantung pertahanan Spanyol. Peluang pun langsung didapatnya kaal pertandingan babak kedua berusia beberapa detik. Tandukannya di muka gawang Italia sedikit tinggi di atas msitar gawang Spanyol.

Peluang emas didapat Pedro Rodriguez pada menit ke-79. Sayang, tembakannya di depan gawang masih melenceng di sisi kiri gawang Gianluigi Buffon.

Gol ketiga Spanyol akhirnya lahir saat pertandingan menginjak menit ke-84. Fernando Torres sukses mengkonversi umpan terobosan terukur Xavi Hernandez menjadi gol. Bomber Chelsea itu lolos dari perangkap offside Italia dan dengan tenang mengarahlan bola ke pojok kiri gawang Buffon.

Beberapa saat sebelum pertandingan usai, Juan Mata menggenapkan keunggulan Spanyol menjadi empat gol. Torres lolos perangkap offside usai menerima umpan Xavi. Lalu, dia mengarahkan bola pendek ke tengah. Disitu, menunggu Juan Mata yang dengan tenang menceploskan bola. Skor 4-0 bagi keunggulan Spanyol bertahan hingga laga usai.
Timnas Italia sendiri tak mampu membalas, hingga harus merelakan Spanyol mencetak sejarah baru dengan dua kali berturut menjuarai kejuaraan sepakbola di Benua Biru tersebut. Setelah sebelumnya pada tahun 2008 berhasil mengandaskan Jerman dengan skor 1-0.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s