Pep dan Totalitas

Posted: 26 Mei 2012 in Barcelona

Sebelumnya selamat buat Cules diseluruh dunia, akhirnya Merah Biru mendapatkan gelar musim ini. Memang tidak sefantastis musim sebelumnya tapi itulah sepakbola modern, penuh dengan drama. Selamat atas trophy CDR ke 25, terbanyak sepanjang sejarah.

Siapakah sosok yang telah membuat Barca perkasa di 4 musim terakhir ? Ya, Dia adalah Joseph Guardiola..!! Final CDR 2012 adalah masa kepelatihan Pep yang terakhir untuk Barca, sedih dan tragis memang tapi sekalilagi itulah sepakbola modern. Tapi apakah masih tersimpan dibenak kita apa trophy pertama dari Pep sebagai pelatih Barca ? Betul, Copa Del Rey..!! Dan juga melawan Bilbao..!!

Pelatih yang juga mantan pemain Barcelona ini, bisa dibilang kunci sukses EL Barca dalam meraih banyak Trophy. Pelatih yang bertangan dingin, yang jago dalam mengatur strategi dan meracik strategi ini, dulunya saat masih berkarir sebagai pemain, ia berposisi sebagai Gelandang Bertahan. Diumurnya yang masih terbilang muda sebagai seorang pelatih, Guardiola menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih yang hebat, dengan memberikan banyak gelar untuk Messi Cs. Pelatih yang memiliki nama lengkap Josep Guardiola i Sala, lahir di Santpedor, Barcelona, Catalunya, Spanyol 18 Januari 1971.

Informasi Pribadi

Nama lengkap : Josep Guardiola i Sala
Tanggal kelahiran : 18 Januari 1971 (umur 40)
Tempat kelahiran : Santpedor, Barcelona, Catalunya, Spanyol
Tinggi : 1.83 m (6 ft 0 in)
Posisi bermain : Gelandang bertahan

Informasi klub

Klub saat ini Barcelona (pelatih)

Karier junior

Gimnàstic Manresa
1983–1990 Barcelona

Karier senior

Tahun Tim Tampil (Gol)
1990–1992 Barcelona B 59 (5)
1990–2001 Barcelona 263 (6)
2001–2002 Brescia 11 (2)
2002–2003 Roma 4 (0)
2003 Brescia 13 (1)
2003–2005 Al-Ahli 18 (2)
2005–2006 Dorados 11 (1)

Tim nasional

1991–1992 Spanyol U-21 2 (0)
1992–2001 Spanyol 47(5)
1995–2005 Catalunya 7(0)

Kepelatihan

2007–2008 Barcelona B
2008– Barcelona

Profil Guardiola

Josep “Pep” Guardiola (lahir di Santpedor, Barcelona, Catalunya, Spanyol, 18 Januari 1971; umur 40 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola Spanyol, yang kini menjadi pelatih sepak bola. Ia dahulu berposisi sebagai gelandang bertahan. Saat ini ia melatih Barcelona. Ia juga pernah bermain untuk tim nasional Spanyol dan tim nasional Catalunya.

Karier


Klub

Josep Guardiola pernah bermain untuk Barcelona B, Barcelona, Brescia, Roma, Al-Ahli, dan Dorados. Sepanjang karier klubnya, ia bermain 378 kali dan mencetak 17 gol.

Internasional

Josep Guardiola pernah bermain untuk tim nasional U-21 Spanyol, tim nasional utama Spanyol, dan untuk tim nasional Catalunya. Di tim nasional utama Spanyol, ia bermain 47 kali dan mencetak 5 gol. Ia turut membawa Spanyol juara pada Olimpiade Barcelona 1992.

Kepelatihan

Pada musim 2007–2008, Josep Guardiola melatih tim Barcelona B. Pada 8 Mei 2008, Joan Laporta, presiden FC Barcelona mengumumkan bahwa Josep Guardiola akan menggantikan Frank Rijkaard sebagai pelatih tim utama Barcelona. Guardiola menandatangani kontrak pada 5 Juni 2008.

Di musim awal kepelatihannya, Barcelona berhasil mengakhiri musim tanpa gelar dengan meraih tiga gelar sekaligus (treble), yaitu: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Selain itu, Barcelona menjadi tim tersubur di di antara jajaran liga-liga terbaik Eropa dengan mencetak sekitar 150 gol di semua kompetisi.

Rumor Pindah Klub

Guardiola hanya sepakat tanda tangan perpanjangan hingga musim 2011-12 berakhir. Namun diluar itu, spekulasi masa depannya terus berkembang. Belakangan, dua klub raksasa, Chelsea dan Inter Milan agaknya tertarik untuk menggunakan jasa Guardiola yang dianggapnya moncer selama menangani Barca.

Gelar Yang Diraih

Pemain

Barcelona

* La Liga (6): 1990–1991, 1991–1992, 1992–1993, 1993–1994, 1997–1998, 1998–1999
* Copa del Rey (2): 1996–1997, 1997–1998
* Piala Super Spanyol (4): 1991, 1992, 1994, 1996
* Piala Eropa (1): 1991–1992
* Piala Winners UEFA (1): 1996–1997
* Piala Super UEFA (2): 1992, 1997

Spanyol

* Medali Emas Olimpiade: 1992

Individu

* Penghargaan Bravo: 1992
* Tim pilihan Piala Eropa UEFA: 1992, 2000
* Pemain terbaik Spanyol pada Olimpiade: 1992

Pelatih

Barcelona B

* Tercera División: 2008

Barcelona

* La Liga (2): 2009, 2010
* Copa del Rey (1): 2009
* Piala Super Spanyol (2): 2009, 2010
* Liga Champions UEFA (1): 2009
* Piala Super UEFA (1): 2009
* Piala Dunia Antarklub FIFA (1): 2009

Individu

* Pelatih Klub Terbaik IFFHS (1): 2009
* Pelatih Terbaik Penghargaan Don Balón (2): 2009, 2010
* Pelatih Eropa Terbaik Onze d’Or (1): 2009
* Pelatih Terbaik Trofi Miguel Muñoz (2): 2009, 2010
* Manajer Terbaik Dunia World Soccer Magazine (1): 2009
* Pelatih Terbaik Tim Terbaik UEFA (1): 2009
* Pelatih Terbaik menurut LFP (1): 2009
* Penghargaan Catalunya (1): 2009

Awal Karir Pep Sebagai Pelatih

Ketika pemilihan presiden Barcelona berlangsung pada 2003, salah satu pesaing Joan Laporta, Luis Bassat, mempunyai intuisi terhadap Pep Guardiola. Bassat sudah dapat mengindentifikasi Pep sebagai entrenador klub Catalan tersebut ketika dia masih bermain dengan AS Roma. Sang kandidat presiden FC Barcelona menginginkannya menjadi pelatih, padahal usianya baru menginjak angka ke-32.

Bassat mengenang, “Ketika hendak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2003, saya pergi ke Roma untuk menjalin kesepakatan dengan Pep. Selain mencintai Barca, Pep pandai dan akan bekerja keras untuk klub. Kami berbicara selama enam jam dan ia meyakinkan saya bahwa dia belum pantas menjadi seorang pelatih. Ditambah lagi dia tidak memiliki lisensi pelatih pada saat itu.

“Jadi, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai direktur sepak bola masa depan saya. Dia akan menjadi brilian, sama halnya dengan menjadi pelatih brilian seperti sekarang ini.

“Namun pada saat pemilihan Bassat hanya menempati posisi kedua. Sementara, Guardiola memutuskan pensiun serta mempersiapkan masa depan. Akhirnya, dia mengantungi sertifikat kepelatihan dan segera ditunjuk menjadi pelatih Barcelona B.

Kebanyakan permainan Barcelona sekarang sebenarnya dapat kita nikmati dengan tiket yang lebih murah saat Pep masih melatih Barca B. Full-back menjadi bek sayap, pemain berlari memotong ke dalam sehingga tim memiliki lima penyerang ketika bek sayap melakukan over-lapping. Sergio Busquets mengemban peran sebagai pemain poros dan kerap membantu lini belakang ketika formasi awal 4-3-3 berubah menjadi 3-4-3. Penyerang tengah dan dua pemain dalam (gelandang kanan dan kiri) akan menekan jika lawan mencoba membangun serangan dari lini belakang. Barca B tak terkalahkan dalam 21 pertandingan di kandang dan menjuarai divisi tiga. Metode lain yang digunakan Pep adalah video motivasi, yang belakangan terkenal dilakukannya menjelang final Liga Champions 2009 di Roma. Lima belas menit sebelum pertandingan play-off melawan Barbastro dimulai, Guardiola menunjukkan video seorang ayah 60 tahun dan putranya yang menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak. Mereka bersama-sama mengikuti sebuah kontes Ironman. Dalam film tersebut, sang ayah harus menggendong anaknya. Beberapa pemain mengakui mereka bermain dengan penuh semangat sambil meneteskan air mata setelah menyaksikan video itu. Sepuluh ribu fans di Estadi Mini kemudian menyaksikan gol Victor Vazquez berhasil mengembalikan Barcelona promosi ke divisi Segunda B.

Pada saat itu lah, Guardiola mulai digadang-gadang untuk menggantikan Rijkaard pada musim berikutnya. Keberhasilan itu merupakan sinyal yang sangat jelas untuk melaju kencang di awal karier kepelatihannya.

 

Akhir Karir Pep

Menerima kekalahan di kandang Stamford Bridge dan hanya mereguk hasil seri di Camp Nou kala menjalani pertandingan wajib Champions League, rasanya sudah cukup bagi seorang Josep “Pep” Guardiola untuk menyudahi masa-masa indahnya bersama FC Barcelona. Salah satu pelatih muda tersukses di dunia tersebut akhirnya menyatakan bahwa ia akan mundur pada akhir musim La Liga.

Keputusan tersebut dibuatnya pada 27 April 2012 lalu. Tak sedikit yang menyayangkan keputusan Pep untuk meninggalkan klub kebanggaan warga Catalan tersebut. Bahkan para pemain juga masih meminta Pep untuk memikirkan kembali keputusannya. Salah satunya adalah bintang dan andalan Barça, Lionel Messi. El Messiah, julukan Messi, sempat meminta Pep untuk tetap tinggal.

Tetapi, keputusan Pep sudah bulat. Pelatih yang dilahirkan pada 18 Januari 1971 tersebut, tidak mengubah pikirannya. Bulan Mei 2012 mendatang adalah akhir dari perjalanannya selama empat tahun di klub yang membesarkan namanya, baik sebagai pemain juga sebagai pelatih. Manajemen Barça juga langsung mengambil langkah cepat dengan menempatkan Tito Vilanova di kursi kepelatihan yang akan segera ditinggalkan Pep

Nama Josep Guardiola bukanlah nama sembarangan di dunia persepakbolaan. Memulai karir kepelatihan di Barcelona B (Barça Atlètic) dan akhirnya dipromosikan menjadi manajer tim di Barça senior, Pep mempunyai musim yang gemilang. Tanda-tanda Pep untuk menjadi seorang pelatih kelas dunia juga sudah terlihat ketika ia berhasil membawa Barça Atlètic untuk promosi ke Divisi B Kedua Liga Spanyol Prestasi tersebut tidak datang dengan sia-sia. Pep akhirnya diberikan kesempatan untuk melatih sekumpulan bintang di tim senior. Kesempatan tersebut datang setelah pelatih sebelumnya, Frank Rijkaard, meninggalkan kursi kepelatihan. Joan Laporta yang sudah lama mengagumi kiprah Pep selama menangani Barça Atlètic, tak ragu untuk menunjuknya sebagai pengganti pelatih asal Belanda tersebut.

Musim 2008-2009 adalah awal dari segalanya. Pep memulai pekerjaannya dengan “membersihkan” Barça dari pemain-pemain yang menurutnya tidak terlalu dibutuhkan. Ronaldinho, Deco, dan Samuel Eto’o adalah tiga nama yang merepresentasikan keberanian Pep untuk memulai revolusi di kubu Barça. Gianluca Zambrotta, Giovani dos Santos, dan Edmilson juga terpaksa angkat kaki dari Nou Camp.

Revolusi ala Pep juga semakin menunjukkan hasil. Nama Ronaldinho dan Eto’o langsung terlupakan begitu saja. Dengan berfokus pada pengembangan anak-anak muda, Pep tak takut untuk membawa mantan anak-anak asuhnya semasa menangani Barça Atlètic. Sebut saja Pedro Eliezer Rodríguez Ledesma atau akrab disapa Pedro, Thiago Alcântara, dan Sergio Busquets yang telah menjadi andalan Pep untuk menjalani berbagai kompetisi.

Strategi tiki-taka pun mengalami perkembangan yang luar biasa di tangannya. Pemainan bola-bola pendek yang diperagakan di atas lapangan berhasil membuat, tidak hanya penonton, tetapi juga pemain-pemain lawan terpukau. Dengan dikomandoi jenderal Xavi Hernández dan predator ulung Lionel Messi, Barça menjadi sebuah momok yang mengerikan.

Kini, era tersebut telah berakhir. Kepergian Pep banyak menimbulkan pertanyaan yang telah umum dilontarkan oleh para penyuka spekulasi: “Di tim manakah Pep akan melatih selepas Barça?”.

Yang jelas, kepergian Pep tidak akan mengubah FC Barcelona. Barça akan selalu menjadi klub yang mempunyai tradisi yang kuat. Sesuai dengan moto yang diusung Barça: “Més que un club”, Barça adalah lebih dari sebuah klub. Banyak yang datang, banyak pula yang pergi. Tetapi, butuh waktu lama untuk menemukan sosok pelatih muda jenius macam Josep “Pep” Guardiola.

Terimakasih Pep untuk semua yang telah anda lakukan untuk Tim dan Fans. Did you know ? You are the Catalan HERO..!!

Siapapun pelatih dan pemain FC Barcelona, kami Cule tetap mendukung walau itu harus tanpa Trophy..!!

VISCA BARCA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s