Dasar – Dasar Broadcasting Radio

Posted: 14 Juli 2012 in just me

 

 

A. Pengertian Radio
Yang dimaksud dengan istilah radio adalah keseluruhan sistem gelombang yang dipancarkan dari suatu stasiun dan kemudian dapat diterima oleh berbagai pesawat penerima baik di rumah, di kantor, di mobil dan sebagainya.
Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah radio dalam uraian ini bukan bendanya, bukan hanya bentuk fisiknya saja akan tetapi antara bentuk fisik dan kegiatan radio adalah saling menjalin, tidak dapat dipisahkan satu sama lain seperti halnya antara jiwa dan raga kita, lahiriah dan batiniah kita yang juga tidak dapat dipisahkan satu persatu ataupun diperinci secara fisik, maka yang dimaksud dengan radio adalah keseluruhan daripada : Pemancar, studio dan pesawat penerima sekaligus.
Ilmu komunikasi adalah ilmu sosial, karena itu yang menjadi perhatian utama studinya adalah radio sebagai salah satu media massa, sebagai penyaluran komunikasi. Jadi sarjana komunikasi tidak mempelajari aspek tekniknya, aspek elektroniknya, akan tetapi aspek kepenyiarannya. Maka bagaimanakah sesungguhnya setiap penyiaran memperoleh efek yang setinggi-tingginya.
 
B. Kekuatan dan Kelemahan Radio
1. Kekuatan
> Radio memungkinkan partisipasi audience atau seolah-olah audience menyaksikan sendiri sesuatu kejadian yang sedang disiarkan.
> Para pendengar seolah-olah memperoleh suatu cara untuk keperluan pribadi.
> Komunikasi melalui radio seolah-olah mewakili komunikasi tatap muka (face to face communication).
> Radio dapat menyebarkan berita lebih cepat dibandingkan dengan media massa yang lain (pers, televisi dan film).
> Setiap pendengar radio mungkin merasa bahwa ia adalah satu salah dari sekian banyak anggota kelompok pendengar radio yang jumlahnya sangat besar.
2. Kelemahan
> Bagi pers mengutamakan messagenya di atas kertas secara konkrit dan televisi/film membawa messagenya di atas layar juga secara jelas dan konkrit. Tidak demikian pada radio siaran.
> Siaran radio sekali diudarakan berarti telah lepas kontrol sehingga bisa dikatakan sangat sulit untuk diralat.
Sebagai contoh :
Berita siaran warta berita radio pusat mengenai wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang cukup menghebohkan, karena berita tersebut belum dicek kebenarannya dan sudah terlanjur disiarkan, maka akibatnya berita tersebut sangat menghebohkan.

C. Pedoman Penulisan Naskah Radio Siaran
Pedoman penulisan naskah radio siaran ini sebagai pegangan kerja reporter, divisi redaksi agar mampu menulis berita yang baik dan benar sekaligus aman.
Pedoman penulisan naskah radio siaran dikenal dengan singkatan : ABC 3S
1. Accuary – Ketelitian
2. Brevity – Singkat
3. Clarity – Jelas
4. Simplicity – Sederhana
5. Sincerity – Jujur
6. Security – Keamanan

JOB DESCRIPTIONS

• Pejab / Station Manager
Bertugas keluar ke dalam mempertanggungjawabkan segi operasional radio kepada pimpinan dan instansi terkait yang ada hubungannya dengan radio siaran.

• Program Director
Bertugas membuat program acara, menentukan penyiar, menentukan gaya siaran, menentukan format lagu / informasi yang dibantu beberapa divisi. Semua program acara yang menjadi pilihannya dipertanggungjawabkan kepada Station Manager. Baik buruk sebuah radio ditentukan dari kinerja Program Director, untuk itu tekanan terhadap seorang Program Director jauh lebih besar daripada departemen yang lain dalam radio.

• Redaktur
Punya tugas menentukan topik liputan, memberi penugasan kepada reporter, melakukan editing hasil kerja reporter dan script writer. Dalam tugasnya redaktur bertanggungjawab kepada Program Director.

• Reporter
Punya tugas mencari berita hunting lapangan untuk diuraikan dalam bentuk tulisan / naskah sampai pada pengisian vocal untuk siap diudarakan / disiarkan. Semua hasil liputannya dipertanggungjawabkan kepada redaktur / news coordinator.

• Script Writer
Bertugas membuat informasi / berita singkat, bisa mengenai informasi kota, IPTEK, musik, film, olah raga dll. Dalam tugasnya sumber berita biasanya dialihkan dari media elektronik yang lain (televisi). Semua hasil kerja dipertanggungjawabkan kepada redaktur / news coordinator.

• Diskotik
Punya tugas mendata atau menerima dan membeli kaset / CD, sesuai dengan petunjuk music director. Penambahan dan pengurangan kaset / CD dipertanggungjawabkan kepada music director.

• Music Director:
Merilis / memilih lagu yang akan diputar penyiar, disesuaikan dengan format lagu yang sudah ditetapkan Program Director. Jadi semua lagu yang disiarkan, dipertanggungjawabkan kepada Program Director.

• Announcer
Punya tugas melakukan siaran dengan baik sesuai yang sudah digariskan Program Director. Dalam tugas memutar lagu dan menyiarkan informasi sesuai dengan yang diberikan music director, redaktur / news coordinator. Announcer tidak bertanggungjawab terhadap Station Manager.

• Public Relation (PR)
Dalam perkembangan radio siaran sekarang ini, keberadaan Public Relation mempunyai peran sangat penting. Peran Public Relation tersebut antara lain memperkenalkan program acara kepada masyarakat khususnya mereka yang terkait dengan kepentingan program, seperti Lembaga Pendidikan, Pengusaha dll. Dengan Public Relation pula suatu perusahaan khususnya industri radio siaran semakin dikenal di masyarakat.

• Off Air
Peran off air di radio siaran tidak kalah pentingnya dengan public relation. Dengan team kreatif yang dimiliki off air keberadaan radio siaran semakin diakui pendengarnya. Biasanya tugas off air menangani kegiatan di darat semacam menggelar pentas music, seminar, studi wisata dll. Dari kegiatan off air pula pemasukan iklan bisa diperoleh bahkan mampu menunjang program on air radio siaran.

• Iklan Marketing
Tugas orang-orang yang duduk pada divisi ini dituntut kerja maksimal melalui lobi-lobinya ke sejumlah perusahaan atau biro iklan untuk mendapatkan iklan dengan cara mensponsori salah satu program acara di radio tersebut. Bisa juga hanya Manusia biasa sesuai dengan jam putar yang diinginkan pemasang iklan. Divisi iklan marketing merupakan tumpuan dari radio siaran karena iklan meruapakn nafas dari kehidupan radio siaran.

• Teknisi
Tugas teknisi dalam radio siaran hanya memantau kegiatan off air mungkin ada gangguan yang sifatnya tiba-tiba atau mendadak. Seperti misalnya adanya kerusakan pemancar, ruang production dll, yang berkaitan dengan teknik. Selain demikian pada jam kerja, tugas teknisi juga melakukan pemantauan di luar jam kerja.

• Administrasi
Mencatat dan mendata keluar masuknya uang perusahaan yang dihimpun dari perolehan iklan (divisi marketing) atau off air. Selain itu mempunyai tugas melakukan pembayaran gaji karyawan tiap bulan, juga pengeluaran operasional radio serta bertanggung jawab kepada pimpinan radio atau owner.

• Production
Tugas divisi production pada radio siaran terbilang punya peran yang sangat penting. Dikatakan sangat penting karena hasil kerjanya mampu memberi warna pada program siaran. Pemberian warna siaran itu, bisa melalui pembuatan spot acara, spot Man dan smash yang berkaitan dengan materi acara. Selain itu juga melakukan tugas rekaman sesuai dengan kebutuhan program. Jadi tugas pada divisi production diperlukan orang-orang yang kreatif, dinamis dan punya semangat tinggi untuk ikut memikirkan bagaimana cara menghidupkan program siaran.

 
Radio yang baik, akan memenuhi unsur dibawah ini:
1. Format Kata
Kesesuaian penyiar dalam menggunakan kata-kata yang sudah dibakukan oleh station dalam hal ini Program Director, misalnya :
– Rekan muda
– Penyebutan call station
– Penyebutan hari, tanggal, jam
– Salam pisah dll.
 
2. Materi Kata
Kemampuan penyiar menggali perbendaharaan kata dan menggunakannya dalam siaran, menggali dan mengimajinasikan situasi, kondisi serta kebutuhan pendengar secara lisan dalam siaran.
3. Artikulasi
Kemampuan penyiar mengucapkan huruf per huruf kata per kata baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing, serta tidak menyeret huruf diakhiri kata waktu siaran.
4. Olah Vokal
Kemampuan penyiar menentukan rentang vocal dengan benar, mempunyai power, mengatur pernafasan sehingga hasil akhir yang diperoleh adalah suara alami yang enak didengar.
5. Gaya Bicara
Kemampuan penyiar berbicara tidak bertele-tele, wajar, adanya penekanan kata, komunikatif sehingga tidak membuat jenuh pendengar.
6. Antusias
Adalah bagian dinamisasi, yaitu kemampuan penyiar mengekspresikan gairah kerja dan keinginan untuk memberi kepuasan pada pendengar.
7. Kreatifitas
Kemampuan penyiar menciptakan suasana siaran yang menarik untuk diri sendiri dan menarik untuk pendengar. Mixing, coping lagu, penempatan brige musik, station ID, jingle iklan adalah bagian dari kreativitas. Koreksi atas kondisi “slip of the tongue” dengan cepat dan menarik adalah juga bagian dari kreativitas memeras otak.

MENGENAL STUDIO

Dunia studio merupakan lingkungan yang sudah otomatis harus akrab bagi seorang reporter. Selain naskah, komputer, tape recorder, dan peralatan tulis, seorang reporter perlu mengenal beberapa peralatan studio, antara lain :
1. Mixer
Mixer adalah alat pengatur, pengolah, dan perekam suara. Dengan kelihaian seorang operator, suara yang tadinya kurang bagus, treble, dan noise, akan disempurnakan melalui alat tersebut. Rata-rata satu mixer terdiri dari 2 hingga 32 track. Banyaknya track memungkinkan banyaknya sumber suara yang bisa digabung bersamaan. Dewasa ini, dengan pesatnya perkembangan dunia komputer, mixer juga makin canggih, dengan diperkenalkannya sistem cool edit pro.

2. Mikrofon
Mikrofon merupakan alat untuk mengubah gelombang bunyi atau suara menjadi gelombang listrik, dan kemudian menyiarkannya melalui pengeras suara (speker) atau alat perekam. Bagi seorang artis atau reporter lapangan, mike tidak sekedar alat teknis, melainkan sebagai alat seni ekspresi. Berbicara di depan mikrofon berarti bekerja. Ada beberapa jenis mikrofon, yaitu :
a. Mikrofon yang sangat sensitif, biasanya digunakan untuk perekam musik,
b. Mikrofon normal, yang terdiri atas multi directional mike, yaitu mike yang bisa menangkap suara dari segala arah; dan one directional mike atau mikrofon yang hanya bisa menagkap suara dari satu arah saja.

3. Headphone
Headphone merupakan alat dengar yang berfungsi sebagai guide bagi reporter untuk memperoleh instruksi pengarah, atau menyimak suara-suara dan hasil rekaman berita. Headphone juga berguna untuk memonitor kekuatan volume suara reporter. Selama bertugas, announcer atau reporter diwajibkan tetap menggunakan headphone.

Selain ketiga alat itu, ada pula meja dan kursi, yang digunakan sebagai sarana pelengkap dan penunjang perekaman di studio.

 
Tips menggunakan mikrofon secara baik dan benar adalah :
1. Jangan terlalu dekat atau terlalu jauh dengan posisi mikrofon. Jarak normal adalah satu jengkal atau sekitar 20 cm. Jika volume suara keras maka mundur sedikit, jika rendah dan lirih maka agak sedikit maju lagi.
2. Jangan menyalakan mikrofon kalau hasil suara tidak memuaskan, sebab hal itu sangat tergantung pada posisi anda dengan mike.
Khusus mengenai teks naskah, idealnya bukan berupa bacaan tekstual, tetapi diposisikan sebagai panduan untuk berkreasi membaca lebih lanjut pada saat on action. Sehingga reporter tidak terkesan sekedar membacakan teks, melainkan mendinamisasikannya sesuai keadaan pada saat peristiwa berlangsung atau dilaporkan kepada pendengar.
 
————————————————————————————————-
Dari data diatas sangat jelas hirarki yang berlaku bahwa Program Director adalah aktor utama dari sebuah radio dan Station Manager hanya memiliki garis koordinasi langsung kepada Program Director dan Music Director berada dibawah Program Director.
 
Maaf tulisan ini hanya untuk sekedar mengingatkan kembali..!!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s